Showing posts with label pt sg berjangka. Show all posts
Showing posts with label pt sg berjangka. Show all posts

Sunday, April 19, 2026

PT Solid | Hang Seng Naik Tipis, Sentimen Tertahan Ketegangan Timur Tengah

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada Senin, dengan Hang Seng Index naik 130 poin atau 0,5% ke 26.285. Penguatan ini terjadi setelah volatilitas di awal sesi, saat investor menimbang sinyal perdagangan global yang campuran dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kewaspadaan pasar bertahan karena eskalasi ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran potensi gangguan pengiriman di Selat Hormuz serta tekanan lanjutan dalam hubungan AS-Iran. Faktor risiko ini membatasi selera risiko regional pada awal pekan.

Pada akhir pekan, Presiden Donald Trump menyatakan angkatan laut AS mencegat dan mengambil alih kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman setelah kapal tersebut disebut mencoba menerobos blokade. Teheran mengecam insiden itu sebagai pelanggaran gencatan senjata, yang kembali memunculkan kekhawatiran terkait keamanan pasokan energi.

Perkembangan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar atas risiko pasokan energi dan menahan pergerakan aset berisiko, meski indeks berhasil berbalik menguat setelah sempat bergejolak. Pelaku pasar terlihat memilih posisi yang lebih selektif di tengah ketidakpastian headline geopolitik.

Di sisi saham, sektor keuangan dan teknologi memimpin kenaikan. Sejumlah saham yang mencatat penguatan antara lain Tencent (+0,1%), Guoquan Food (+1,0%), Xiaomi (+1,3%), AIA Group (+1,8%), dan Kuaishou Technology (+1,2%). - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Tuesday, April 7, 2026

PT Solid Gold | Emas Berayun Jelang Ultimatum Trump ke Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas berfluktuasi di sekitar $4.650 per ons pada hari Selasa, bergerak hati-hati ketika pasar bersiap menghadapi ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Batas waktu tersebut menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menyetujui gencatan senjata, atau menghadapi pembalasan militer.

Di tengah ancaman itu, permusuhan dilaporkan meningkat. Teheran menyebut terjadi ledakan di Pulau Kharg serta di jembatan kereta api Yahya Abad di Kashan, sembari menyatakan akan melakukan pembalasan “di luar kawasan” jika AS melanggar “garis merahnya”.

Namun faktor makro tetap menahan minat emas. Krisis Iran menguatkan dolar AS dan mendorong pelaku pasar bertaruh melawan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, mengurangi daya tarik emas. Emas juga masih sekitar 12% di bawah level sebelum konflik setelah mencatat penurunan bulanan terburuk sejak 2008 pada bulan Maret.

Dari sisi permintaan resmi, pembelian bank sentral China menjadi penopang sentimen: otoritas moneter menambah 160.000 ons troy pada Maret, peningkatan terbesar dalam lebih dari setahun, yang memberi dukungan terbatas ketika pasar menunggu kepastian arah geopolitik dan kebijakan moneter AS. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Monday, April 6, 2026

Solid Gold | Pound Under Pressure, Dollar Strengthens After Trump Speech

Solid Gold Berjangka | Pound Under Pressure, Dollar Strengthens After Trump Speech

Harga Emas hari ini – The pound sterling weakened against the US dollar in Thursday's Asian session, with the GBP/USD pair dropping to the mid-1.3200s after previously touching the 1.3345 area. Selling pressure intensified following a speech by US President Donald Trump, which was seen as dampening hopes for de-escalation, while simultaneously boosting the dollar through a combination of risk-off sentiment and rising expectations for tighter US monetary policy.

In his speech, Trump reiterated a two- to three-week deadline and threatened to target Iran's energy infrastructure if no deal is reached, although he also stated that negotiations are progressing well. Tehran quickly denied these claims, while reports of the United Arab Emirates pushing for military action to reopen the Strait of Hormuz added to fears of escalation. These developments triggered a spike in oil prices, rekindling inflation concerns and fueling speculation of a potential Fed interest rate hike, which in turn supported the US dollar.

From the UK's perspective, risks also increased as the economy is considered vulnerable to energy price shocks related to the Iran conflict. Furthermore, the Bank of England's hawkish signal regarding the possibility of an interest rate hike as early as April amid inflation concerns is seen as adding risks to the growth outlook, weighing on the pound. This combination of factors reinforces the scenario of a continuation of the GBP/USD weakening trend that has persisted in recent months.

Solid Gold 

Sumber: Newsmaker.id

Tuesday, March 31, 2026

PT Solid Gold | Emas Masih Cenderung Tergantung Pada Keputusan Selat Hormuz

PT Solid Gold | Emas Masih Cenderung Tergantung Pada Keputusan Selat Hormuz

Harga Emas hari ini – Harga emas bergerak menguat pada perdagangan hari ini, dipicu kembalinya minat safe haven di tengah konflik Iran–Israel yang belum menunjukkan kepastian mereda. Pergerakan emas masih sangat sensitif terhadap headline geopolitik, terutama terkait Selat Hormuz dan potensi gangguan pasokan energi, sehingga pelaku pasar cenderung menambah lindung nilai ketika risiko eskalasi meningkat.

Meski demikian, reli emas tidak sepenuhnya mulus karena pasar juga menghadapi “rem” dari faktor makro. Lonjakan harga energi akibat konflik menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi, membuat investor menilai ruang penurunan suku bunga menjadi lebih sempit. Narasi “higher-for-longer” kembali menguat, yang pada akhirnya menguntungkan dolar dan yield obligasi—dua komponen yang biasanya menekan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Dari sisi fundamental, tarikan utama emas hari ini datang dari kombinasi dua kekuatan besar: di satu sisi, permintaan safe haven mendorong harga naik; di sisi lain, ekspektasi suku bunga yang cenderung bertahan tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas. Ketika yield bergerak naik dan dolar menguat, kenaikan emas cenderung tertahan atau menjadi lebih volatil karena investor menimbang ulang daya tarik emas dibanding instrumen berbunga.

Secara teknikal, pergerakan emas hari ini menunjukkan bias intraday yang masih condong positif, tetapi mulai memasuki zona yang rawan “uji ulang” karena mendekati area penawaran terdekat. Area resistance terdekat menjadi titik krusial: jika harga mampu menembusnya secara bersih, pasar biasanya mengincar lanjutan kenaikan ke level psikologis berikutnya. Namun bila gagal, skenario yang umum terjadi adalah pullback terbatas untuk menguji ulang area support sebelum menentukan arah lanjutan.

Sebagai acuan level intraday, support terdekat berada di 4.456, sementara resistance terdekat berada di 4.490. Jika emas berhasil break di atas 4.490, target lanjutan yang sering dibidik pasar adalah 4.500 sebagai level psikologis. Sebaliknya, bila harga turun menembus 4.456, tekanan koreksi berpotensi melebar karena menandakan buyer mulai kehilangan kontrol pada time frame pendek.

Dengan lanskap yang masih headline-driven, fokus pasar dalam beberapa jam ke depan akan tetap tertuju pada dua hal: perkembangan konflik (dan indikasi de-eskalasi yang benar-benar terkonfirmasi), serta arah dolar dan yield yang merefleksikan ekspektasi suku bunga. Selama ketidakpastian geopolitik bertahan dan inflasi energi masih menjadi cerita utama, emas berpotensi tetap bergerak fluktuatif dengan reaksi cepat terhadap setiap pernyataan resmi maupun data ekonomi kunci.(mrv)

PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Monday, March 30, 2026

Solid Gold | Crypto Bergerak Hati-Hati, Pasar Cermati The Fed dan Regulasi

Solid Gold | Crypto Bergerak Hati-Hati, Pasar Cermati The Fed dan Regulasi

Harga Emas hari ini – Pasar kripto bergerak hati-hati pada awal pekan, dengan Bitcoin dan Ethereum mencatat kenaikan tipis tetapi belum menunjukkan dorongan yang benar-benar kuat. Bitcoin saat ini berada di sekitar $67.501, sementara Ethereum diperdagangkan di kisaran $2.049,81. Pergerakan ini menandakan bahwa investor masih aktif, tetapi belum sepenuhnya berani mengambil posisi agresif di tengah ketidakpastian makro dan regulasi yang masih membayangi pasar kripto.

Dari sisi sentimen, pasar kripto saat ini berada di antara dua arus besar. Di satu sisi, aset digital masih sensitif terhadap arah suku bunga Amerika Serikat dan perubahan risk sentiment global. Di sisi lain, kejelasan regulasi di AS mulai memberi fondasi yang lebih jelas untuk pasar. Reuters melaporkan SEC pada 17 Maret 2026 merilis panduan yang telah lama ditunggu, yang membagi aset kripto ke beberapa kategori dan menegaskan bahwa aturan sekuritas hanya berlaku untuk kategori digital securities. Langkah ini dinilai penting karena memberi gambaran yang lebih terang bagi pelaku industri dan investor.

Namun, sentimen positif dari panduan regulasi itu masih dibatasi oleh mandeknya legislasi kripto yang lebih besar di AS. Reuters melaporkan pembahasan Clarity Act kembali menemui hambatan karena perdebatan soal stablecoin, termasuk soal produk yang memberi imbal hasil. Citigroup bahkan memangkas target 12 bulan untuk Bitcoin dari $143.000 menjadi $112.000, dan Ethereum dari $4.304 menjadi $3.175, dengan alasan mandeknya regulasi mengurangi peluang katalis institusional dalam waktu dekat. Ini menunjukkan bahwa pasar kripto saat ini masih butuh dorongan kebijakan yang lebih kuat untuk membangun tren naik yang lebih solid.

Dampaknya, pergerakan Bitcoin dan Ethereum kemungkinan masih akan tetap volatil dalam jangka pendek. Selama pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed, perkembangan regulasi AS, dan sentimen risiko global, kenaikan kripto berpotensi tetap terbatas. Jika kejelasan regulasi makin membaik dan tekanan makro mereda, aset digital bisa memperoleh dukungan baru. Namun untuk saat ini, pasar masih terlihat berada dalam fase menunggu, dengan investor cenderung selektif dan responsif terhadap setiap katalis baru.

Penyebab:

Pergerakan kripto yang masih terbatas dipicu oleh kombinasi sentimen makro dan regulasi. Dari sisi makro, pasar masih sensitif terhadap arah suku bunga AS dan kondisi global yang belum stabil. Dari sisi regulasi, panduan baru SEC memberi kejelasan, tetapi mandeknya legislasi besar seperti Clarity Act membuat optimisme belum berkembang penuh.

Dampak:

Kondisi ini membuat Bitcoin dan Ethereum tetap bergerak fluktuatif, dengan potensi kenaikan yang belum sepenuhnya lepas. Investor cenderung lebih berhati-hati, sementara pasar menunggu katalis baru yang lebih tegas, baik dari kebijakan moneter maupun regulasi.(CP)

Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid | Hang Seng Rebound Lagi, Risk-Off Mulai Mereda

PT Solid | Hang Seng Rebound Lagi, Risk-Off Mulai Mereda

Harga Emas hari ini – Indeks Hang Seng menguat 0,9% ke sekitar 25.284 pada perdagangan Rabu, memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan ditopang pelemahan harga minyak dan jeda eskalasi geopolitik dalam waktu dekat, yang membantu menstabilkan risk sentiment setelah tekanan kuat akibat lonjakan energi dan kenaikan yield global yang sempat memicu arus keluar asing dari ekuitas Asia.

Meski rebound, investor tetap berhati-hati karena isu likuiditas, momentum pertumbuhan, dan risiko lonjakan minyak kembali masih berpotensi menjaga volatilitas. Hampir seluruh sektor menguat, kecuali energy minerals dan komunikasi. Di saham, penguatan dipimpin Hansoh Pharmaceutical (+3,50%), AIA Group (+1,65%), dan Tencent (+0,97%), sementara Xiaomi (-1,96%) dan Shenzhen International (-0,22%) melemah.

PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Monday, March 16, 2026

Solid Gold | Emas Masih Cenderung melemah, Tekanan Dolar & Yield Masih Dominan

 

Harga Emas hari ini - Emas diperdagangkan dengan pelemahan disekitar area $5000/tz pada sesi terbaru, memperpanjang tekanan setelah reli sebelumnya mulai kehilangan tenaga. Data penutupan menunjukkan kontrak emas front-month turun dan membukukan rentetan penurunan terpanjang sejak November, menandakan pelaku pasar masih melakukan penyesuaian posisi di tengah volatilitas tinggi dan perubahan cepat pada ekspektasi suku bunga.

Tekanan utama datang dari kombinasi penguatan dolar dan yield obligasi yang tetap tinggi. Saat dolar menguat, emas (yang dihargai dalam USD) menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, sehingga permintaan spekulatif dan taktis cenderung tertahan. Di saat yang sama, yield yang tinggi meningkatkan “biaya peluang” memegang emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi sentimen, pasar juga masih berada dalam fase risk-off. Pelemahan ekuitas mendorong sebagian pelaku pasar melakukan de-risking dan mencari likuiditas, yang dalam situasi tertentu membuat emas ikut terjual (bukan karena narasi safe haven hilang, tetapi karena kebutuhan cash/margin di portofolio).

Meski melemah dalam beberapa sesi terakhir, emas secara gambaran besar masih berada di level tinggi dibanding tahun lalu—namun koreksi ini menegaskan bahwa pasar kini lebih sensitif pada kombinasi dolar–yield–risk sentiment ketimbang sekadar narasi geopolitik. Fokus berikutnya umumnya tertuju pada arah inflasi, kebijakan The Fed, dan apakah tekanan likuiditas di pasar risiko mulai mereda. - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Sunday, March 15, 2026

PT Solid | Kenapa Emas Melemah Saat Konflik Memanas? Ini Pemicunya!

 

Harga Emas hari iniHarga emas melemah dan turun kembali ke bawah level psikologis $5.000 per troy ounce pada perdagangan Asia, Senin (16/3), di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi akibat perang AS-Israel dengan Iran. Ketegangan belum menunjukkan tanda mereda, membuat pasar menilai risiko inflasi masih “menempel” lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Spot gold turun 0,5% ke $4.967,21 per ounce. Pelemahan terjadi ketika pelaku pasar mulai lebih berhati-hati menjelang rapat kebijakan Federal Reserve pekan ini, di tengah kekhawatiran bank sentral bisa mempertahankan nada hawkish jika inflasi tetap tinggi.

Fokus pasar tertuju pada minyak yang masih bertahan di atas $100 per barel, meski memangkas sebagian kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan koalisi untuk membuka kembali jalur pelayaran utama yang diblokir Iran masih berlangsung. Namun klaim Trump soal akhir perang yang “sudah dekat” disebut terus ditolak oleh Teheran.

Alih-alih mendapat dorongan penuh sebagai aset lindung nilai, emas justru relatif tertahan sejak konflik memanas. Pasar menilai, jika harga energi yang tinggi memperpanjang tekanan inflasi, maka suku bunga berpotensi bertahan tinggi lebih lama, sehingga daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil ikut tertekan. ANZ mencatat emas juga “tertinggal” karena penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil, serta ketidakpastian arah kebijakan The Fed. ANZ juga menyinggung adanya aksi likuidasi untuk memenuhi margin call yang ikut menambah tekanan pada harga emas.

Meski begitu, ANZ menilai skenario dasar emas sebagai aset perlindungan terhadap ketidakpastian geopolitik masih tetap ada, terutama jika ketegangan meningkat atau volatilitas pasar kembali naik.

Di pasar logam lainnya, pergerakan cenderung beragam seiring dolar yang tetap kuat. Perak turun 1,8% ke $79,1805 per ounce, sementara platinum naik tipis 0,2% ke $2.031,43 per ounce.

Pelaku pasar kini menunggu dua pemicu utama: perkembangan konflik dan dampaknya terhadap harga energi, serta sinyal terbaru The Fed mengenai risiko inflasi dan arah suku bunga ke depan. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Wednesday, March 11, 2026

Solid Gold Berjangka | Emas Turun Seiring Penguatan USD Ditengah Harapan De-eskalasi Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melemah pada Rabu (11/3) seiring penguatan dolar AS, sementara perhatian pasar tetap tertuju pada perang Iran yang memasuki hari ke-12 tanpa tanda de-eskalasi.

Spot gold turun 0,4% ke US$5.173,60 per ons pada 15:11 waktu AS, sedangkan kontrak berjangka emas turun 1,2% ke US$5.180,36.

Pergerakan emas masih berfluktuasi tajam setelah sempat jatuh dari rekor mendekati US$5.600 pada akhir Januari. Narasi perang yang berubah cepat turut memicu perdagangan “whipsaw” pekan ini: Trump sempat menyatakan konflik mendekati akhir, namun serangan antara AS, Israel, dan Iran berlanjut hingga Rabu.

Di sisi makro, data pemerintah AS menunjukkan inflasi konsumen Februari tetap moderat. CPI tahunan tercatat 2,4% (y/y), sementara inflasi bulanan 0,3% (m/m)—keduanya sesuai proyeksi. CPI inti berada di 2,5% (y/y) dan 0,2% (m/m), juga sejalan ekspektasi, meski harga energi dan pangan meningkat.

Namun pasar menilai data CPI belum sepenuhnya menangkap dampak konflik Iran yang dimulai akhir Februari. Lonjakan energi berisiko mengerek inflasi ke depan dan mendorong sikap bank sentral global lebih hawkish—skenario yang dapat menopang dolar dan membatasi ruang kenaikan emas.

Fokus berikutnya adalah rilis core PCE Januari yang diperkirakan 3,1% (y/y) dan 0,4% (m/m), indikator inflasi yang kerap menjadi acuan utama The Fed dan dinilai lebih “panas” dibanding CPI.- Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Tuesday, March 10, 2026

Solid Gold | Minyak Naik, Pasar Uji Kredibilitas Sinyal AS soal Hormuz

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat setelah sesi yang kembali bergejolak, ketika pasar mencerna pesan yang berubah cepat dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait perang Iran dan keamanan pengiriman melalui Selat Hormuz. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik hingga 6,2% ke US$88,59 per barel setelah anjlok 12% pada Selasa, memperpanjang rangkaian pergerakan ekstrem yang mengguncang pasar pekan ini.

Volatilitas dipicu kebingungan informasi mengenai pengawalan kapal tanker. Menteri Energi AS Chris Wright sempat memposting—lalu menghapus—pesan bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal tanker melalui selat dekat Iran, sebelum Gedung Putih mengakui tidak ada operasi yang terjadi. Peristiwa ini menambah ketidakpastian di pasar yang sangat sensitif terhadap headline, terutama ketika arus kapal tanker di Hormuz menyusut drastis.

Gangguan efektif di Selat Hormuz—jalur yang biasanya menangani sekitar seperlima aliran minyak global—telah memaksa produsen utama memangkas produksi dan mendorong kenaikan harga energi, termasuk minyak dan gas alam. Pelaku pasar kini menilai apakah lalu lintas kapal dapat kembali normal, karena pemulihan pengiriman menjadi penentu utama apakah premi risiko energi akan bertahan atau menyusut.

Sementara Trump pada Senin malam mengatakan konflik dapat segera berakhir meski bukan minggu ini, pejabat AS pada Selasa mengisyaratkan operasi militer meningkat dan peluang diplomasi kecil, meredam optimisme pasar. Sejumlah unggahan media sosial yang saling bertentangan, termasuk narasi soal ranjau, membuat harga bergerak dalam pola “kabut perang”, ketika pelaku pasar bereaksi real-time terhadap perkembangan yang belum terkonfirmasi.

Dari sisi fundamental, tekanan pasokan makin menonjol. Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait disebut menurunkan produksi kolektif hingga 6,7 juta barel per hari atau sekitar 6% dari produksi global, sementara kilang terbesar di UEA menghentikan operasi setelah serangan drone. CEO Saudi Aramco Amin Nasser memperingatkan konsekuensi yang kian berat bagi pasar dan ekonomi global jika gangguan berlarut. Pada perdagangan pagi di Singapura, WTI pengiriman April naik 5,9% menjadi US$88,39 per barel, sementara Brent pengiriman Mei ditutup 11% lebih rendah di US$87,80 per barel pada Selasa.  - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Monday, March 9, 2026

PT Solid | Emas Turun Lonjakan Minyak Dorong Kekhawatiran Suku Bunga


Harga Emas hari ini - Harga emas melemah, tertekan penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran suku bunga bertahan tinggi, di tengah perang Timur Tengah yang memasuki pekan kedua dan lonjakan harga minyak mendekati US$120 per barel. Emas sempat jatuh hingga 3% ke sekitar US$5.015 per ons sebelum memangkas sebagian penurunan, setelah mencatat penurunan mingguan pertama dalam lebih dari sebulan. Pada pukul 11:59 di Singapura, emas spot turun 1,6% ke US$5.091,06 per ons, sementara indeks dolar naik sekitar 0,6% setelah menguat 1,3% pada pekan sebelumnya.

Lonjakan harga energi memperkuat transmisi ke pasar keuangan melalui ekspektasi inflasi. Ketika minyak naik dan risiko inflasi AS meningkat, pasar cenderung menilai Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan. Suku bunga yang lebih tinggi serta dolar yang lebih kuat biasanya menjadi hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Sejumlah pelaku pasar juga menjadikan emas sebagai sumber likuiditas saat terjadi penurunan tajam di pasar saham global, sehingga tekanan jual dapat muncul meski ketidakpastian geopolitik meningkat.

Di sisi geopolitik, konflik disebut telah memasuki hari ke-10 dengan eskalasi yang menyasar infrastruktur energi dan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya menangani sekitar seperlima minyak dunia. Produsen minyak dan gas di kawasan Teluk Persia dilaporkan mengurangi produksi, memperketat pasokan dan mendorong reli minyak. Dalam konteks ini, penguatan dolar menjadi faktor dominan yang menekan emas, seiring investor memposisikan diri menghadapi risiko inflasi dan arah kebijakan The Fed.

Meski volatilitas meningkat dan momentum naik tertahan, emas masih mencatat kenaikan sekitar 18% sejak awal tahun. Dukungan struktural tetap datang dari perubahan besar kebijakan perdagangan dan geopolitik AS, serta pembelian emas oleh bank sentral, termasuk Bank Rakyat China yang menambah kepemilikan pada Februari dan memperpanjang tren pembelian menjadi 16 bulan. Sejumlah analis menilai resolusi konflik yang cepat berpotensi melemahkan dolar dan mengangkat emas, sementara konflik berkepanjangan cenderung menjaga dolar dan imbal hasil obligasi tetap tinggi karena antisipasi inflasi.

Di pasar logam lain, perak turun 1,7% ke US$83,11, platinum melemah 2,2%, dan paladium turun 0,8%. Ke depan, pergerakan emas akan sensitif terhadap tiga variabel: arah harga minyak dan inflasi, perubahan ekspektasi suku bunga AS, serta perkembangan konflik yang memengaruhi permintaan safe-haven dan kebutuhan likuiditas pelaku pasar. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Thursday, March 5, 2026

PT Solid Gold Berjangka | Emas Ditutup Turun Meski Konflik Iran Memanas

 

Harga Emas hari ini - Harga emas ditutup melemah pada Kamis (5/3) setelah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi mengalahkan dorongan safe haven dari eskalasi konflik Iran. Spot gold turun 1,2% dan berada di $5.076,59 per ons pada penutupan sesi utama, setelah sempat menyentuh puncak intraday $5.194,59 sebelum berbalik turun.

Di pasar berjangka, gold futures AS juga berakhir turun 1,1% di $5.078,70 per ons. Tekanan datang dari kombinasi dolar yang menguat dan yield yang naik, karena emas—sebagai aset non-yielding—cenderung kurang menarik saat imbal hasil obligasi meningkat.

Kenaikan harga energi akibat perang ikut memunculkan kekhawatiran inflasi, yang membuat pasar menilai ruang pemangkasan suku bunga The Fed bisa lebih sempit. Dolar AS menguat dan yield Treasury naik, sementara pasar juga menanti data ekonomi lanjutan (termasuk laporan ketenagakerjaan AS) untuk membaca arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Dari sisi makro, pasar kembali menilai risiko inflasi energi sebagai faktor kunci. Lonjakan minyak akibat eskalasi konflik Iran memperbesar peluang tekanan harga merembet ke biaya transportasi dan rantai pasok, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi lebih hati-hati. Kondisi ini biasanya negatif untuk emas karena suku bunga tinggi meningkatkan opportunity cost memegang aset non-yielding, sementara dolar yang menguat membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-USD.

Namun dari sisi geopolitik, permintaan safe haven belum hilang—hanya “kalah suara” sementara oleh faktor dolar dan yield. Selama ketidakpastian seputar keamanan jalur energi (terutama Hormuz) dan risiko eskalasi tetap tinggi, emas masih berpotensi mendapat bid ketika pasar kembali masuk mode risk-off. Artinya, pergerakan emas ke depan akan sangat headline-driven: setiap sinyal meredanya konflik bisa menekan premi risiko emas, tetapi eskalasi baru atau gangguan pasokan energi yang lebih parah bisa cepat menghidupkan kembali dorongan beli di logam mulia. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Tuesday, March 3, 2026

PT Solid | Dolar Sentuh Level Tertinggi sejak Januari, Status Safe Haven Kian Tegas

 

Harga Emas hari ini - Dolar AS kembali menguat pada Selasa seiring konflik di Timur Tengah yang semakin melebar, mempertegas posisi greenback sebagai aset safe haven global ketika pasar masuk mode risk-off.

Dollar Index (DXY)—yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama—naik sekitar 0,5% ke 99,04, menjadi level tertinggi sejak Januari. Penguatan itu memperpanjang reli setelah indeks tersebut juga mencatat kenaikan hampir 1% pada Senin.

Dolar terus diuntungkan oleh arus permintaan safe haven karena konflik yang awalnya terutama melibatkan AS dan Iran mulai merembet ke negara-negara sekitar. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor mengurangi eksposur risiko dan meningkatkan posisi pada aset yang dianggap paling likuid dan aman, termasuk dolar.

Laporan menyebut kedutaan besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan rudal, sementara pusat data Amazon di UEA dan Bahrain juga dilaporkan terkena serangan ketika Iran melancarkan aksi balasan di beberapa negara Timur Tengah. Di saat yang sama, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan pemulangan personel pemerintah non-darurat dan anggota keluarga dari Bahrain, Irak, dan Yordania.

Dari sisi regional, Israel menyatakan melakukan operasi yang menargetkan Iran dan Lebanon secara bersamaan, setelah kelompok Hizbullah yang didukung Teheran melancarkan serangan ke Tel Aviv menggunakan rudal dan drone. Rangkaian perkembangan ini mempertebal premi risiko dan menahan selera risiko pasar global.

Menurut Thierry Wizman, Global FX & Rates Strategist di Macquarie, faktor yang membuat pasar paling panik saat ini adalah potensi perang yang bersifat inflationary. Ia menilai lonjakan inflasi baru—seperti yang terjadi pada 2022–2023 pasca perang Rusia–Ukraina—dapat mengguncang pertumbuhan global, terutama karena banyak teknologi pendorong pertumbuhan (termasuk yang terkait AI) sangat bergantung pada energi dan listrik yang murah. Jika energi menjadi langka, kebijakan pembatasan listrik bisa menekan sektor-sektor yang dinilai “non-esensial” lebih dulu. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

Thursday, February 26, 2026

Solid Gold Berjangka | Sinyal Baru dari Jepang: Inflasi Naik, BOJ Makin Ketat?

 

Harga Emas hari iniInflasi inti Tokyo meningkat pada Februari dan tercatat lebih tinggi dari perkiraan, menambah perhatian pasar terhadap arah kebijakan Bank of Japan (BOJ). Data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menunjukkan Tokyo Core CPI pada hari Jumat (27/2)—yang tidak memasukkan makanan segar yang volatil—naik 1,8% (YoY), sedikit di atas konsensus median +1,7%.

Sementara itu, CPI keseluruhan Tokyo naik 1,6% (YoY), melampaui perkiraan pasar +1,4%, menandakan tekanan harga masih bertahan meski laju kenaikannya relatif moderat. Di saat yang sama, ukuran inflasi yang lebih “ketat”, yakni CPI tidak termasuk energi dan makanan segar, meningkat 2,5% (YoY), juga berada di atas estimasi +2,3%.

Rangkaian angka ini memperkuat sinyal bahwa tekanan harga di area metropolitan Jepang belum sepenuhnya mereda, dan pasar cenderung menafsirkan data Tokyo sebagai indikator awal arah inflasi nasional. Dengan inflasi inti yang kembali mengungguli ekspektasi, pelaku pasar akan makin sensitif terhadap komunikasi BOJ terkait normalisasi kebijakan—terutama jika tren upah dan permintaan domestik tetap solid.

Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada konfirmasi melalui data inflasi nasional dan indikator aktivitas ekonomi berikutnya. Jika inflasi bertahan lebih tinggi dari proyeksi, ruang bagi BOJ untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat berpotensi makin terbuka, meski keputusan tetap sangat bergantung pada konsistensi data beberapa bulan ke depan. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Tuesday, February 24, 2026

Solid Gold | Inflasi Jasa Menahan Poundsterling

 

Harga Emas hari ini - GBP/USD bergerak relatif datar pada hari Selasa, berfluktuasi di sekitar 1,3500, setelah koreksi tajam dari puncaknya di akhir Januari di dekat 1,3870. Pasangan mata uang ini sekarang berkonsolidasi dalam kisaran sempit, mencerminkan kejelasan yang terus ditunggu pasar mengenai arah kebijakan suku bunga Inggris dan AS.

Dari Inggris, Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey menyebut keputusan suku bunga Maret sebagai "pertanyaan yang sepenuhnya terbuka." BoE mempertahankan suku bunga di 3,75% pada bulan Februari dengan suara tipis 5-4, dengan Bailey sebagai penentu suara. Ia menekankan bahwa inflasi jasa tidak melunak seperti yang diharapkan, dengan inflasi jasa Januari mencapai 4,4%, lebih tinggi dari proyeksi BoE sebesar 4,1%, sehingga kemungkinan penurunan suku bunga Maret menjadi tidak pasti.

Meskipun demikian, data ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda yang cukup positif. PMI Februari menunjukkan aktivitas sektor swasta tumbuh dengan laju tercepat sejak April 2024, sementara penjualan ritel Januari juga melebihi ekspektasi. Namun, Bank of England tetap berhati-hati—termasuk peringatan dari Kepala Ekonom Huw Pill bahwa pasar tidak boleh lengah hanya karena inflasi utama mendekati target 2%.

Dari sisi AS, risalah pertemuan FOMC Januari mengkonfirmasi bahwa The Fed tetap cenderung mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75%, dengan beberapa pejabat bahkan membahas kemungkinan kenaikan jika inflasi tetap di atas target. Sementara itu, ketidakpastian mengenai tarif global baru dari AS terus mengaburkan sentimen risiko, meskipun pengaturan perdagangan Inggris-AS dianggap tidak berubah untuk saat ini. Kombinasi faktor-faktor ini telah menyebabkan GBP/USD bergerak hati-hati, dengan pasar menunggu katalis baru dari data inflasi dan sinyal kebijakan bank sentral.  - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Thursday, February 19, 2026

Solid Gold Berjangka | Reli Minyak Berlanjut, Stok AS Anjlok Tajam

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak bergerak stabil di dekat level tertinggi enam bulan, setelah reli tajam dua sesi terakhir dipicu meningkatnya risiko geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran memiliki “10–15 hari” sebagai batas waktu negosiasi terkait program nuklir, di saat Washington memperkuat postur militernya di Timur Tengah.

Di pasar, WTI bertahan di sekitar $67 per barel setelah menguat hampir 7% dalam dua sesi sebelumnya, sementara Brent ditutup di dekat $72. Pada penutupan Kamis, Brent naik 1,9% ke $71,66/barel dan WTI naik 1,9% ke $66,43/barel, mengonfirmasi penguatan ke level tertinggi sekitar enam bulan.

Kekhawatiran terbesar pasar adalah skenario eskalasi yang mengganggu arus pengiriman lewat Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar 20% pasokan minyak global. Risiko ini mendorong “premi geopolitik” menempel di harga, dan membuat pelaku pasar lebih agresif memasang perlindungan terhadap potensi lonjakan harga jika konflik membesar.

Dukungan bullish juga datang dari data fundamental AS. Laporan EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun 9 juta barel pada pekan terakhir  penurunan terbesar sejak awal September sementara stok bensin dan distilat juga turun, seiring aktivitas kilang dan permintaan yang menguat. Kondisi ini memperketat pasokan jangka pendek dan membantu harga bertahan di area tinggi.

Ke depan, arah minyak akan sangat ditentukan oleh dua hal: seberapa cepat tensi AS–Iran mereda atau justru meningkat, serta apakah jalur Hormuz tetap aman dari gangguan. Selama ketidakpastian geopolitik bertahan dan inventori AS menyusut, pasar cenderung mempertahankan bias naik meski volatilitas berpotensi tinggi karena headline dapat mengubah sentimen dengan cepat. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Tuesday, February 17, 2026

PT Solid Gold | Nikkei Merah di Penutupan, Yen & Yield Jadi Sorotan

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Selasa, dipimpin tekanan dari sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi. Indeks Nikkei 225 turun 0,47% pada penutupan di Tokyo, dengan jumlah saham yang melemah lebih banyak dibanding yang menguat (1.966 turun vs 1.655 naik, 210 stagnan).

Di papan top gainers, Taiyo Yuden (6976) melesat 8,71% ke 4.444, disusul Sumitomo Dainippon Pharma (4506) yang naik 7,19% ke 3.184 (menyentuh level tertinggi 5 tahun), serta Murata (6981) yang menguat 6,88% ke 3.509 (mencetak tertinggi 52-minggu). Namun di sisi losers, Japan Steel Works (5631) jatuh 5,39% ke 8.852, SoftBank Group (9984) merosot 5,10% ke 4.449, dan NEC (6701) turun 4,67% ke 4.004.

Sementara itu, Indeks Volatilitas Nikkei turun 9,30% ke 31,03, menandakan premi risiko pasar opsi sedikit mereda. Di komoditas, minyak WTI April turun 0,57% ke $63,20/barel dan Brent April melemah 0,64% ke $68,21/barel; sedangkan emas berjangka April turun 1,71% ke $4.928,55/oz. Di pasar valas, USD/JPY turun 0,31% ke 152,95 dan EUR/JPY melemah 0,39% ke 181,14, sementara Indeks Dolar AS berjangka naik tipis 0,02% ke 97,00. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Thursday, February 12, 2026

PT Solid Gold Berjangka | Hang Seng Tergelincir 1,7%, Wall Street & Properti China Jadi Beban

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong kembali tertekan pada awal perdagangan Jumat (13/2), dengan indeks acuan turun 446 poin (-1,7%) ke level 26.588. Pelemahan ini memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, mengikuti penurunan tajam Wall Street semalam yang dipicu kekhawatiran dampak disrupsi AI terhadap berbagai sektor dan model bisnis.

Tekanan makin berat setelah data terbaru menunjukkan harga rumah baru di China turun 3,3% (yoy) pada Januari, penurunan terdalam dalam tujuh bulan. Angka ini menegaskan bahwa Beijing masih menghadapi tantangan besar untuk menstabilkan pasar properti—faktor yang terus menekan sentimen risiko, khususnya di kawasan Asia.

Hampir semua sektor melemah, dipimpin saham keuangan, konsumer, dan teknologi. Sejumlah nama besar menjadi pemberat utama, termasuk Tencent Music (-9,2%), Wuxi Biologics (-4,2%), Meituan (-3,1%), AIA Group (-3,0%), dan Trip.com (-1,9%).

Meski demikian, penurunan sempat sedikit tertahan oleh laporan bahwa Washington menunda beberapa langkah keamanan teknologi terhadap Beijing menjelang rencana pertemuan pada April antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Secara mingguan, kinerja pasar Hong Kong relatif nyaris tidak berubah, sementara perdagangan akan libur Senin hingga Kamis pekan depan karena periode Tahun Baru Imlek. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Wednesday, February 11, 2026

PT Solid Gold | Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

 

Harga Emas hari ini - Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kembali mencetak rekor. Kinerja Asia tahun ini semakin menonjol dibandingkan Wall Street, didukung valuasi yang relatif lebih murah dan prospek pertumbuhan yang dinilai lebih solid, sementara bursa Jepang ikut menguat setelah kembali dibuka pasca libur.

Di pasar obligasi, Treasury AS melemah dan imbal hasil tenor 10 tahun naik menjadi sekitar 4,18% setelah laporan tenaga kerja AS yang kuat membuat pelaku pasar mengurangi taruhan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Data menunjukkan NFP Januari bertambah 130.000 dan kemiskinan turun menjadi 4,3%, memicu penyesuaian ekspektasi bahwa pemangkasan berikutnya mungkin terjadi sekitar pertengahan tahun.

Fokus pasar kini muncul pada rilis inflasi AS (CPI) pada hari Jumat, yang akan menentukan apakah narasi “suku bunga tinggi lebih lama” menguat lagi atau mulai memanas. Di sisi lain, harga minyak naik karena risiko geopolitik Timur Tengah kembali menambah premi, sementara dolar cenderung stabil dan yen menguat. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Sunday, February 8, 2026

PT Solid | Dolar Melemah Jelang Data AS

 

Harga Emas hari ini - Indeks dolar menipis ke kisaran 97,6 pada Senin, melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut. Pasar cenderung hati-hati karena sederet data ekonomi penting AS akan rilis pekan ini—sebagian sempat tertunda akibat partial shutdown pemerintah.

Sorotan utama ada pada laporan tenaga kerja Januari yang dijadwalkan keluar Rabu. Sejumlah indikator terbaru mulai mengarah ke pasar kerja yang mendingin, dan itu jadi alasan investor menahan posisi besar sebelum angka resminya keluar. Selain itu, data penjualan ritel Desember juga ikut dinanti untuk mengukur sekuat apa konsumsi warga AS.

Data inflasi juga jadi penentu. Rilis CPI Januari yang sempat tertunda dijadwalkan muncul Jumat. Kombinasi data jobs dan inflasi ini bakal jadi “kompas” pasar untuk membaca langkah The Fed berikutnya, terutama soal kapan pemangkasan suku bunga benar-benar dimulai.

Untuk saat ini, ekspektasi pasar masih: suku bunga kemungkinan ditahan pada pertemuan Maret. Pemangkasan mulai diperkirakan pada Juni, dengan peluang pemotongan lanjutan sekitar September, tergantung seberapa cepat inflasi dan ekonomi melambat.

Dolar juga ikut tertekan karena selera risiko membaik. Saham teknologi, logam mulia, dan kripto mulai rebound, bikin investor berani keluar dari posisi defensif. Sementara itu, pergerakan dolar terhadap yen masih labil setelah kemenangan telak koalisi PM Sanae Takaichi di Jepang memunculkan ekspektasi belanja negara yang lebih ekspansif—faktor yang ikut mengaduk volatilitas di pasar mata uang. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid | Hang Seng Naik Tipis, Sentimen Tertahan Ketegangan Timur Tengah

  Harga Emas hari ini  -  Saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada Senin, dengan Hang Seng Index naik 130 poin atau 0,5% ke 26.285. Pengua...