Thursday, January 29, 2026

PT Solid Gold Berjangka | Emas Tiba-tiba Loyo di Asia—Ada Apa?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas turun di sesi Asia pada Jumat (30/1) setelah sebelumnya sempat “liar” dan mencetak rekor tinggi. Saat laporan ini dibuat, emas global bergerak di kisaran $5.280 ribuan per ons.

Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai ambil untung setelah reli besar-besaran beberapa hari terakhir. Setelah naik terlalu cepat, banyak trader memilih mengunci profit, sehingga harga terkoreksi.

Pergerakan emas minggu ini memang penuh “whipsaw”: sempat dekat $5.600, lalu berbalik turun tajam. Kondisi seperti ini biasanya muncul saat posisi spekulatif sudah padat dan pasar mudah terpancing aksi jual cepat.

Meski turun, latar belakangnya belum hilang: ketidakpastian global dan isu geopolitik masih bikin investor tetap memandang emas sebagai aset aman, hanya saja ritmenya lagi “pendinginan” sementara.

Dari sisi kebijakan, The Fed yang masih hati-hati membuat pasar terus menebak arah suku bunga berikutnya. Ketidakpastian ini sering bikin emas naik-turun tajam karena ekspektasi bunga sangat mempengaruhi daya tarik emas.

Faktor lain: dolar dan yield AS yang berubah-ubah ikut membuat harga emas sensitif. Saat dolar menguat/yield naik, emas biasanya lebih gampang tertekan—apalagi setelah reli besar.

Kesimpulannya, ini lebih terlihat sebagai koreksi setelah euforia ketimbang “cerita emas selesai”. Tapi dalam kondisi volatil seperti sekarang, pasar tetap rawan lanjut swing—jadi fokus pelaku pasar biasanya ke level psikologis berikutnya dan headline besar yang bisa mengubah mood dalam hitungan menit.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Wednesday, January 28, 2026

Solid Gold Berjangka | Badai Ketidakpastian Angkat Emas ke Level Baru

 

Harga Emas hari ini - Harga emas masih melaju kencang mendekati $5.400/oz untuk pertama kalinya pada Rabu (28/1). Sentimen “flight to safety” tetap dominan, dipicu campuran ketidakpastian ekonomi–geopolitik dan arah kebijakan AS yang belum sepenuhnya jelas.

Pada saat penulisaan XAU/USD berada di sekitar $5.376 per ons dan menyentuh puncak tertinggi baru di $5.391 per ons, sementara kontrak emas berjangka AS Februari ditutup $5.303,60.

Menurut Peter Grant (Zaner Metals), reli logam mulia saat ini terasa seperti “bergerak dengan momentum sendiri”. Ia menilai emas sudah masuk area overbought dan rawan koreksi, tetapi setiap penurunan masih cepat dibeli, sehingga target berikutnya dipandang mengarah ke $5.400.

Dari sisi kebijakan, The Fed menahan suku bunga di 3,50%–3,75% dan menekankan langkah berikutnya sangat bergantung pada data—tanpa memberi jadwal jelas kapan pemangkasan selanjutnya akan terjadi. Keputusan ini juga diwarnai voting 10–2, dengan Christopher Waller dan Stephen Miran berbeda pendapat dan memilih pemangkasan 25 bps.

Tai Wong (trader logam independen) menilai reaksi pasar pasca-pernyataan The Fed lebih berupa “naik-turun” jangka pendek, karena tidak ada sinyal bahwa bank sentral sedang terburu-buru mengambil langkah baru. Di sisi lain, Powell menyebut inflasi Desember kemungkinan masih jauh di atas target 2%, sementara Trump mengatakan akan segera mengumumkan pilihannya untuk menggantikan Powell.

Di luar faktor makro, minat institusional juga ikut menambah narasi. CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan perusahaan berencana menempatkan 10%–15% portofolio investasinya ke emas fisik, menambah eksposur emas yang sudah mereka miliki. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Tuesday, January 27, 2026

Solid Gold | Tingkat Inflasi Australia di Atas Perkiraan

 

Harga Emas hari ini - Inflasi tahunan Australia meningkat menjadi 3,8% pada Desember 2025 dari 3,4% pada November, yang merupakan angka terendah dalam tiga bulan, melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6% dan tetap di atas target RBA sebesar 2–3%. Percepatan ini terjadi karena inflasi barang dan jasa meningkat, terutama karena kenaikan harga listrik yang lebih cepat (21,5% vs. 19,7%). - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Sunday, January 25, 2026

PT Solid | Greenland Panasin Pasar, Emas Ngacir—Minyak Ikut Goyang

 

Harga Emas hari ini - Pasar global sempat masuk mode risk-off setelah tensi dagang AS–Eropa memanas akibat isu “Greenland” dan ancaman tarif baru dari Trump, membuat investor buru-buru mencari aset aman. Di situ emas langsung diuntungkan: premi risiko naik, arus flight to safety mengalir, lalu reli makin kuat ketika dolar AS melemah sehingga emas terasa lebih murah bagi pembeli non-AS. Ekspektasi pasar bahwa The Fed pada akhirnya akan melonggarkan kebijakan suku bunga juga ikut mempertebal daya tarik emas karena aset ini tidak memberi imbal hasil, sehingga setiap sinyal penurunan suku bunga cenderung jadi “bahan bakar” tambahan. Meski sempat muncul jeda ketika Trump menahan eskalasi tarif dan memberi sinyal adanya “kerangka kesepakatan”, ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran perang dagang, serta isu seputar arah kebijakan dan independensi bank sentral membuat permintaan lindung nilai tetap bertahan dan mendorong emas mendekati area psikologis besar. Sementara itu, minyak bergerak lebih mixed karena pasar menimbang dua tarikan: di satu sisi, perang dagang dan sentimen hati-hati berpotensi menekan prospek permintaan global; di sisi lain, faktor pasokan dan geopolitik bisa cepat mengangkat harga. Gangguan produksi di Kazakhstan sempat menopang reli, namun ketika tensi geopolitik mereda setelah nada Trump melunak, premi risiko cepat surut dan minyak terkoreksi. Setelah itu, sinyal potensi eskalasi terhadap Iran kembali memanaskan kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah, sehingga minyak menguat lagi. Intinya, emas mendapat dorongan paling konsisten dari kombinasi risk-off, dolar melemah, dan ekspektasi Fed, sedangkan minyak lebih sensitif pada tarik-ulur risiko geopolitik versus bayang-bayang permintaan global.

 

Tinjauan Teknikal.

GOLD

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $4.989, Take profit $5.316. Stop loss di $4.961. Atau Sell $ 4.942 Take profit di $ 4.652. Stop loss di $ 4.978

BCO

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $65.34 Take profit $66.55. Stop loss di $64.92. Atau Sell $64.12 Take profit di $62.89. Stop Loss di $65.00.

 

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Thursday, January 22, 2026

PT Solid Gold Berjangka | Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

 

Harga Emas hari ini - Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang ini bikin pasar sedikit lebih berani ambil risiko, sehingga tekanan beli emas sebagai aset aman berkurang.

Meski begitu, gambaran besarnya belum berubah: emas masih berada di area tinggi karena dunia masih dipenuhi ketidakpastian. Perang dagang bisa muncul lagi kapan saja, ketegangan geopolitik belum benar-benar hilang, dan investor masih mencari aset yang dianggap paling "aman" saat pasar goyah.

Faktor lain yang ikut menjaga bara reli emas adalah drama kebijakan di AS. Ketika muncul kekhawatiran soal stabilitas kebijakan moneter dan independensi bank sentral, sebagian pelaku pasar biasanya memilih berlindung ke emas—karena dianggap lebih tahan dari guncangan politik dan perubahan arah suku bunga.

Yang bikin makin menarik: di tengah koreksi jangka pendek, Goldman Sachs justru menaikkan target harga emas akhir tahun menjadi $5.400 per ons, dari target sebelumnya $4.900. Intinya, mereka melihat permintaan masih kuat—terutama dari investor besar dan pembelian bank sentral.

Prediksi harga emas selanjutnya (jangka dekat): emas berpeluang masuk fase konsolidasi dulu setelah reli tajam. Skenario realistisnya harga bergerak di range $4.750 – $4.900. Jika kembali tembus dan bertahan di atas $4.900, pasar biasanya mulai membidik $5.000 sebagai level psikologis berikutnya.

Namun kalau tensi geopolitik benar-benar mereda dan dolar menguat lebih agresif, emas bisa koreksi lebih dalam ke area $4.650 – $4.720 sebelum menemukan minat beli baru. Jadi arahnya masih bullish secara besar, tapi jalannya kemungkinan "naik-turun" dan sensitif headline. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Wednesday, January 21, 2026

Solid Gold Berjangka | Hang Seng Coba Bangkit

 

Harga Emas hari ini - Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun.

Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar.

Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People's Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai.

Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obligasi yuan selama satu tahun, berdasarkan dokumen keterbukaan perusahaan. Kabar ini memberi napas sementara untuk sektor properti yang masih sensitif terhadap isu likuiditas.

Namun, ruang kenaikan tetap terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Desember dan pembacaan kepercayaan bisnis kuartal pertama. Pada sesi awal, beberapa saham yang menonjol antara lain Wuxi Biologics, SMIC, Zijin Mining, dan China Hongqiao Group yang bergerak menguat. - Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Tuesday, January 20, 2026

PT Solid Gold | Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Brent naik ke sekitar $64,43 per barel, sementara WTI menguat ke kisaran $60 per barel. Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena perkembangan geopolitik khususnya terkait Greenland berpotensi memicu ketegangan dagang baru antara AS dan Eropa.

Dari sisi pasokan, Tengizchevroil (TCO) menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolevskoye setelah terjadi gangguan listrik yang dipicu insiden kebakaran di fasilitas pembangkit. Sejumlah sumber memperkirakan penghentian ini dapat berlanjut sekitar 7 – 10 hari, dan beberapa kargo ekspor CPC Blend dilaporkan terdampak.

Sentimen permintaan juga terbantu oleh data China. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% pada 2025, sementara throughput kilang dan produksi minyak mentah juga meningkat, memberi sinyal aktivitas energi masih kuat di importir minyak terbesar dunia.

Namun fokus pasar tetap pada risiko kebijakan dagang. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa apabila tidak ada kesepakatan terkait Greenland. Dari pihak Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa menyiapkan paket dukungan untuk keamanan Arktik dan menilai ancaman tarif sebagai langkah yang keliru. - PT Solid Gold

Source : Newsmaker.id

Sunday, January 18, 2026

PT Solid | AUD Tetap Tangguh — China Ngebut, Dolar AS Loyo

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) bertahan kuat di awal pekan setelah data inflasi Australia menguat, sementara dolar AS melemah karena sentimen pasar semakin hati-hati akibat beredarnya isu AS–Greenland. Kombinasi ini membuat pasangan AUD/USD cenderung stabil dan sulit turun dalam.

Penguat dari Australia datang dari TD-MI Inflation Gauge yang naik menjadi 3,5% YoY pada bulan Desember, dari 3,2% sebelumnya. Secara bulanan, inflasi melonjak 1,0% MoM—yang disebut jadi laju tercepat sejak Desember 2023. Data ini membuat pasar berpikir tekanan harga di Australia belum benar-benar “jinak”.

Dari sisi eksternal, AUD juga dibantu oleh kabar dari China. PDB Tiongkok Q4 2025 naik 1,2% QoQ, lebih cepat dari Q3 (1,1%) dan di atas perkiraan pasar (1,0%). Secara tahunan, perekonomian Tiongkok tumbuh 4,5% YoY, memang lebih lambat dari 4,8% di Q3, namun masih sedikit lebih baik dari ekspektasi.

Namun data China tidak semuanya mulus. Penjualan ritel bulan Desember hanya naik 0,9% YoY, di bawah perkiraan 1,2% dan melambat dari 1,3% bulan sebelumnya—ini menandakan konsumsi belum pulih dengan kuat. Sebaliknya, produksi industri justru naik 5,2% YoY, mengalahkan perkiraan 5,0% dan meningkat dari 4,8%. Buat AUD, China penting banget karena Australia sangat bergantung pada perdagangan komoditas dengan China.

Sementara itu dolar AS melemah. Indeks DXY berada di sekitar 99,20, dengan pasar AS juga lebih sepi karena libur Martin Luther King Jr. Day. Sentimen risk-off menguat karena semakin dekatnya isu Greenland, setelah Trump menyebut tarif 10% ke delapan negara Eropa mulai 1 Februari (selama AS belum “diizinkan” membeli Greenland). Ketika pasar tegang, investor cenderung defensif dan dolar bisa tertekan.

Dari sisi kebijakan, data tenaga kerja AS yang kuat membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed mundur, sementara inflasi inti mulai membaik. Di Australia, RBA mengakui inflasi sudah turun jauh dari puncak 2022, namun masih di atas target 2–3% dan ada sinyal tekanan naik lagi. Pasar suku bunga bahkan masih membaca peluang kenaikan kecil, terlihat dari kontrak berjangka yang menandakan probabilitas sekitar 22% untuk kenaikan ke 3,85% pada pertemuan berikutnya. - PT Solid

Sumber : Newsmaker.id

Wednesday, January 14, 2026

Solid Gold Berjangka | Emas-Perak Rally, Pasar Waspada—Aset Aman Jadi Primadona

 

Harga Emas hari ini - Emas melesat ke rekor baru pada Rabu (14/1), disusul perak yang ikut “ngejar” penguatan, saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi mendorong investor berbondong-bondong masuk ke aset aman. Dorongan tambahan datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang membuat logam mulia makin diincar.

Di pasar spot, emas naik 0,9% ke $4.628,68 per ons pada 13:38 ET, setelah sempat menyentuh rekor intraday $4.641,40. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,8% ke $4.635,70.

“Semua jalan mengarah ke emas dan perak,” kata Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, menilai permintaan datang dari berbagai tipe pembeli dan pasar sedang berada dalam fase bullish yang struktural. Emas—yang tidak memberikan imbal hasil—biasanya tampil kuat saat suku bunga rendah dan ketidakpastian meningkat.

Dari sisi geopolitik, tensi ikut memanas. Iran memperingatkan negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pasukan AS bahwa mereka bisa menyerang pangkalan Amerika jika Washington melakukan intervensi terkait protes di Iran. Di saat yang sama, menteri Denmark dan Greenland dijadwalkan bertemu Wakil Presiden AS JD Vance setelah Presiden Donald Trump kembali mengulang tuntutan agar AS menguasai Greenland.

Dari sisi data, penjualan ritel AS November tercatat lebih kuat dari perkiraan, sementara PPI sesuai ekspektasi bulanan namun lebih tinggi secara tahunan, setelah sebelumnya CPI inti Desember keluar lebih lemah dari perkiraan pada Selasa. Kombinasi ini membuat pasar tetap condong memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Isu independensi The Fed juga masih jadi bahan bakar sentimen. Sejumlah pimpinan bank sentral dunia menyatakan dukungan kepada Ketua The Fed Jerome Powell, setelah pemerintahan Trump mengancamnya dengan dakwaan pidana—membuat pasar makin sensitif terhadap risiko “politik masuk ke kebijakan moneter.”

Perak spot melonjak 5,2% ke $91,46 per ons, setelah lebih dulu mencetak rekor $92,23. Ebkarian memperkirakan volatilitas masih mungkin terjadi, namun ia menilai perak menuju $100 bukan hal yang jauh berbeda dari level $90, dengan proyeksi jangka pendek di kisaran $100–$144. Di logam lain, platinum spot naik 2,4% ke $2.379,68, sementara palladium menguat 1,3% ke $1.862,96. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Tuesday, January 13, 2026

PT Solid Gold | Minyak Mendadak “Tenang” - Tapi Iran Bisa Jadi Pemicu Ledakan Berikutnya

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak mulai stabil pada perdagangan Asia setelah reli empat hari beruntun yang menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari enam bulan. Setelah lonjakan cepat, pasar kini seperti “mengatur napas” sambil menunggu kabar baru dari ranah geopolitik.

Di level terbaru, Brent bergerak di kisaran $65 per barel, sementara WTI berada sedikit di bawah $61 per barel. Pergerakan harga cenderung tipis karena pelaku pasar menahan posisi, menunggu arah kebijakan AS terkait Iran.

Fokus utama mengarah ke rapat di Gedung Putih yang membahas Iran. Presiden Donald Trump mendorong demonstran Iran untuk terus melakukan protes dan memberi sinyal akan “bertindak” sesuai perkembangan. Jika situasi memburuk dan memicu intervensi, produksi Iran sekitar 3,3 juta barel per hari dikhawatirkan terganggu—dan ini yang membuat pasar waspada.

Gejolak di Iran, ditambah dinamika Venezuela, kembali menambah “premi risiko” di harga minyak. Ini terjadi setelah pasar sebelumnya tertekan beberapa bulan karena kekhawatiran kelebihan pasokan, sehingga reli cepat kemarin juga mengejutkan karena banyak posisi pasar sempat condong bearish.

Namun pasar juga melihat penahan dari sisi fundamental. Laporan industri menyebut stok minyak mentah AS naik sekitar 5,3 juta barel pekan lalu. Jika data resmi mengonfirmasi, lonjakan stok ini bisa menjadi alasan minyak sulit lanjut melesat dalam waktu dekat.

Dari sisi pasokan global, risiko juga muncul di Laut Hitam. Dua kapal tanker dilaporkan diserang di dekat terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC), jalur penting ekspor minyak Kazakhstan. Gangguan keamanan ini menambah masalah yang sudah ada seperti cuaca buruk dan kerusakan fasilitas sandar, sehingga alur ekspor Kazakhstan makin rumit.

Kesimpulannya, minyak sekarang ditarik dua arah: satu sisi ada potensi oversupply dan stok AS yang naik, sisi lain ada risiko geopolitik yang bisa tiba-tiba memotong pasokan. Dalam jangka dekat, perkembangan Iran bisa memicu volatilitas baru—dan setiap sinyal langkah militer biasanya cepat mendorong harga lebih tinggi.

5 Inti Poin:

- Minyak stabil setelah reli 4 hari terbesar dalam >6 bulan.

Brent sekitar $65, WTI sekitar $61.

- Pasar menunggu rapat AS soal Iran; risiko gangguan produksi Iran jadi fokus.

- Stok minyak AS dilaporkan naik sekitar 5,3 juta barel.

- Risiko pasokan bertambah karena serangan dekat terminal ekspor CPC (Kazakhstan). - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Sunday, January 11, 2026

PT Solid | Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

 

Harga Emas hari ini - Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran sedikit menurun, namun investor masih bertaruh bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga tahun ini. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $4.507, naik 0,65%.

Harga emas menguat karena data ketenagakerjaan yang lebih lemah membuat taruhan pemangkasan suku bunga Fed tetap hidup
Data ekonomi AS membebani ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga dalam jangka pendek. Tetapi untuk sepanjang tahun, para pedagang tampaknya yakin bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Menganalisis data, Nonfarm Payrolls untuk Desember meleset dari perkiraan dan angka November. Meskipun demikian, Tingkat Pengangguran turun, sementara Pendapatan Per Jam Rata-rata sesuai dengan yang diharapkan.

Data perumahan menunjukkan perlambatan yang berkelanjutan karena Izin Pembangunan dan Pembangunan Perumahan untuk bulan Oktober menurun dibandingkan dengan data bulan November. Sementara itu, rilis awal Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk bulan Januari lebih baik dari yang diproyeksikan, meskipun rumah tangga AS menunjukkan kekhawatiran tentang inflasi dalam jangka menengah.

Setelah data tersebut, logam mulia tersebut turun menuju $4.450 sebelum menyerang angka $4.500, mencapai level tertinggi harian $4.517, sedikit di bawah rekor tertinggi $4.549. Dolar AS memangkas sebagian dari kenaikan sebelumnya sebelum kembali meningkat, seperti yang digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY).

DXY, yang mengukur kinerja mata uang Amerika terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,33% menjadi 99,16.

Para pedagang emas menantikan data ekonomi AS minggu depan, yang dipimpin oleh angka inflasi, Penjualan Ritel, survei indeks manufaktur regional, klaim pengangguran, dan pidato para pejabat Fed. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Wednesday, January 7, 2026

Solid Gold Berjangka | Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo

 

Harga Emas hari ini - Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan penguatan setelah naik pada sesi perdagangan AS, dipicu data ekonomi AS yang hasilnya campur aduk.

Di Asia, saham Jepang dan Korea Selatan dibuka turun. Di AS, indeks saham global dan S&P 500 sama-sama mencatat penurunan pertama di 2026 pada Rabu, jadi sinyal bahwa optimisme pasar mulai berkurang. Menariknya, Samsung turun 1,5% meski laba kuartalan mereka dilaporkan melonjak lebih dari tiga kali lipat ke rekor, didorong permintaan server AI.

Dari pasar obligasi, yield Treasury 10-tahun turun sekitar 3 bps ke 4,15% setelah data memperlihatkan tanda-tanda pelemahan di ketenagakerjaan AS. Ini menjaga spekulasi bahwa The Fed masih punya ruang memangkas suku bunga setidaknya dua kali tahun ini. Setelah turun untuk pertama kalinya pekan ini, emas dan perak bergerak stabil.

Analis menilai data semalam yang "campur" membuat pergerakan pasar jadi tidak mulus, dan optimisme risk-on mulai teruji oleh ketidakpastian geopolitik serta outlook ekonomi global yang belum solid. Pekan ini juga padat agenda: Jumat ada rilis payrolls AS, berbarengan dengan putusan Mahkamah Agung terkait tarif global Presiden Donald Trump.

Faktor geopolitik terus jadi sorotan: AS menyita dua tanker minyak yang masuk sanksi dalam langkah karantina energi terhadap Venezuela, Eropa merapat mendukung Denmark saat Trump kembali menguatkan ancaman soal Greenland, dan China memulai penyelidikan anti-dumping terhadap material penting chipmaking dari Jepang. Di komoditas, tembaga turun dari rekor dan logam industri lain ikut terkoreksi karena profit taking, sementara minyak naik tipis di tengah langkah AS yang makin intens terkait Venezuela.

Inti Poin (5 Hal):

- Bursa Asia melemah dua hari, reli awal tahun mulai "kehabisan bensin".

- S&P 500 dan indeks saham global mencatat penurunan pertama di 2026.

- Yield US 10Y turun ke 4,15%, menjaga harapan pemangkasan suku bunga The Fed.

- Geopolitik memanas: Venezuela (tanker disita), Denmark–Greenland, China–Jepang.

- Komoditas campur: logam industri terkoreksi, minyak naik tipis, emas-perak stabil. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid | Hang Seng Naik Tipis, Sentimen Tertahan Ketegangan Timur Tengah

  Harga Emas hari ini  -  Saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada Senin, dengan Hang Seng Index naik 130 poin atau 0,5% ke 26.285. Pengua...